Jalan Salib Wayang Beber di Gereja Saron Bonoharjo

Uncategorized

Umat Paroki Administratif St. Maria Mater Dei Bonoharjo telah sepakat membangun gereja dengan desain untuk menghormati kearifan lokal. Arsitektur saron (gamelan jawa), patung Maria Mater Dei berpakaian jawa, dan berbagai ornamen ukiran jawa akan menghiasi gereja ini. Material interior gereja yang juga akan menggali inkulturasi jawa adalah jalan salib.

Jalan salib yang lazim dimiliki oleh gereja akan diwujudkan dalam bentuk wayang beber. Wayang beber merupakan kesenian paling tua dalam sejarah perwayangan di Indonesia. Wayang beber berbeda dengan wayang kulit karena wayang beber dilukis pada lembaran/bentangan kain (Jawa: beberan). “Lurung Kamulyan” tersebut berisi kisah sengsara Yesus dalam bentuk lukisan wayang di atas kanvas. Penggarapan lukisan diserahkan kepada maestro lukis dari Rumah Tembi, yaitu Petrus Agus Herjaka Hs.

Sketsa Jalan Salib Wayang Beber: Palerenan Lima, Gusti Yesus ditulungi Simon wong Sirena (karya Herjaka Hs)

“Karya ini nanti merupakan karya penyempurnaan dari karya bersama Alm. Djaduk Ferianto kala itu”, kata Herjaka ketika dihubungi redaksi gereja bonoharjo.net. Selain membuat jalan salib versi wayang, bapak yang memiliki galeri seni Herjaka Art (http://herjaka.com/) ini juga telah banyak membuat buku cerita versi wayang yang diterbitkan Penerbit Kanisius. Karyanya juga dipakai oleh gereja Gamping berupa Jalan Salib versi wayang purwa.

Sumber: https://twitter.com/herjaka