Patung Batu Kali Maria Mater Dei Gereja Bonoharjo

Kegiatan

Pembangunan gereja “saron” Bonoharjo masih dikebut agar bisa diberkati di Hari Raya Santa Maria Bunda Allah pada 1 Januari 2022. Seperti halnya gereja katolik pada umumnya, berbagai patung devosional menjadi ciri sebuah bangunan gereja. Gereja Bonoharjo yang berlindung di bawah pengayoman Santa Maria Mater Dei juga akan memiliki ciri tersebut. Panitia pembangunan telah merencanakan pembuatan patung Maria Mater Dei. Menurut Wasi Hanjoro, Ketua Panitia Pembangunan, telah ada donatur yang akan menyumbang pengadaan patung tersebut. Menurut rencana, patung tersebut akan di tempatkan di depan gereja.

Patung yang dikerjakan oleh Ismanto, pematung profesional dari Magelang, terbuat dari batu kali yang berasal dari material sungai aliran lahar Gunung Merapi. Ada keunikan dari patung Dyah Maria Ibuning Allah tersebut. Ketika dihubungi redaksi gerejabonoharjo.net, Ismanto mengatakan, “Menariknya … Patung ini bercerita kasih seorang ibu dengan putra, kedekatan dalam keluarga … Pakai pakaian jawa … ada inkulturasi … Di mana akrab dengan budaya setempat … Akan lebih menarik daripada dengan baju timur tengah atau jubah yang selama ini kita lihat di patung-patung.”

Batu calon patung memiliki tinggi 3 meter dengan lebar 1 meter, dan tebal 80 cm. “Keberadaan patung akan ramah dengan lingkungan lokal, lebih komunikatif …” lanjutnya. Ketika ditanya tentang kendala dan tantangan dalam mengerjakan patung Bunda Maria ini, Ismanto menjawab dengan ringan, “Tantanganya … Bagi saya asik asik saja … .” Jawaban membahagiakan ini memang pantas diucapkan oleh pematung profesional sekaliber Ismanto.

Pembuatan Patung Santa Maria Mater Dei untuk Gereja Bonoharjo

Ismanto telah membuat banyak patung religi, diantaranya adalah patung Maria Ratuning Katentreman di Desa Gantang, Sawangan, Magelang, patung Maria yang dipasang di Sintang Kalimantan Barat, ada juga yang di Toraja, juga patung Romo R. Van Thiel, SJ yang berada di SMA Kolese De Britto, Yogyakarta yang diresmikan pada saat ulang tahun sekolah ke-70 tahun 2018 lalu. Ia juga memiliki sebuah sanggar yang diberi nama Gadhung Melati. Sanggar ini berada di dusun Ngampel desa Sengi kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Di sanalah ia melukis, main teater, dan juga membuat patung batu.

Di saat pandemi ini ia sedang mengetuk siapa saja untuk membantunya mengupayakan penyediaan pangan bagi yang terdampak COVID-19. Caranya, ia berkarya melukis, membuat patung dan kreasi seninya. Lalu ia  akan membarter karyanya dengan bahan-bahan pangan, sembako dan apa saja agar mereka yang butuh bantuan segera untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

BCA KCP Wates No. Rek.: 8025145085 atas nama PETRUS NOEGROHO AGOENG SW atau STEFANUS HARWANTO

Mandiri KCP Wates No. Rek.: 137-00-1189267-2 atas nama PAN RENOVASI GRJ ST. MARIA MD BONOHARJO 

info: Sunarno, 088216403530

Sumber: https://www.kompasiana.com/dwiatmoko/, http://beritamagelang.id/