Menegaskan Tata Kelola Pembangunan Gereja “Saron” Bonoharjo

Kegiatan

“Panitia pembangunan gereja harus profesional, transparan, dan akuntabel.” itulah kalmat yang disampaikan Romo Agoeng dalam pengantar rapat sistem tata kelola pembangunan gereja Bonoharjo pada Senin (15/2). Rapat koordinasi yang bertempat di sekretariat gereja tersebut dihadiri oleh perwakilan dewan harian dan panitia inti pembangunan.

Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa pembangunan ini merupakan mandat dari Pengurus Gereja dan Papa Miskin (PGPM) Bonoharjo melalui Dewan Pastoral Paroki Administatif Bonoharjo yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan. Rapat tersebut juga menegaskan berbagai bentuk tata kelola nonteknis pembangunan secara lebih detil.

Laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang berisi perkembangan dan keuangan pembangun harus dilaporkan secara periodik tiap 1 bulan, tiap akhir termin, dan di akhir pembangunan. LPJ harus sampai kepada umat (melalui ketua lingkungan dan wilayah), dewan paroki administratif Bonoharjo, PGPM Bonoharjo, dewan paroki Wates, dan Keuskupan Agung Semarang. Saat ini pembangunan masih berlangsung dengan baik. Begitu pula penggalangan dana masih dilakukan melalui berbagai sarana. Pembangunan gereja “Saron” ini ditargetkan selesai pada bulan Desember 2021.