Paus Fransiskus Divaksin COVID-19

Serba-Serbi

“Saya percaya bahwa, secara etis, setiap orang harus mendapatkan vaksin”, kata Paus Fransiskus saat wawancara dengan saluran Italia Canale 5 (10/1). Pilihan etis berarti mau divaksin bukan hanya tentang kesehatan diri sendiri, tapi juga tentang kehidupan orang lain. Bapa Suci mendukung vaksin COVID-19 ini dan teringat saat dia dibesarkan di kawasan pandemi virus polio. Kala itu ia ingat bagaimana para ibu ingin sekali anak-anaknya divaksinasi ketika ada kemungkinan. Beliau juga sangat berempati dengan para penderita COVID-19 yang kesulitan bernapas dan harus menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator); terlebih saat usia 21 tahun, Paus hampir meninggal dunia karena menderita infeksi paru-paru. Penyakit ini menyebabkan pneumonectomy (salah satu paru-parunya harus diambil). Sampai saat ini Paus Fransiskus hidup dengan hanya satu paru-paru.

Hari ini (14/1) Paus Fransiskus (84 tahun) dan Paus Emeritus Benediktus XVI (93 tahun) mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama, dari rencana dua dosis vaksin COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Direktur Vatican Press, Matteo Bruni. Program vaksin di Vatikan sudah berlangsung sejak Rabu (13/1). Pada pesan Natal 2020, Paus Fransiskus berharap semua orang mendapat vaksin, tapi warga miskin dan rentan harus mendapat vaksin yang pertama kali.

Paus Fransiskus saat diwawancarai Italia Canale 5

Sumber: https://youtu.be/flyECIako6w, https://www.vaticannews.va/, https://www.reuters.com/, https://www.biography.com/