Penyegaran Putra dan Putri Altar Bono

Kegiatan

Pada Minggu (10/1), pengurus Putra dan Putri Altar (PA) St. Tarsisius Paroki Administratif Bonoharjo mengadakan kegiatan perekrutan anggota PA baru. Para anggota baru ini adalah mereka yang telah menerima Komuni I pada 16 Desember lalu. Acara yang dipandu oleh Ines berisi tentang penjelasan seputar PA dan tugas-tugasnya oleh Kabid Liturgi, Patricius Yuana Brata. Selain itu, ada pula sesi perkenalan pengurus PA yang saat ini diketuai oleh Henrikus Riky Saputra.

Kabid Liturgi memberikan penjelasan tentang tugas-tugas pelayanan PA

PA (ajudan-NTT, misdinar-Belanda, altar servers-Inggris, akolit-Latin/gerejani/tahbisan kecil dalam tahapan menjadi imam) merupakan panggilan pelayanan khusus yakni mendampingi pemimpin perayaan pada saat tertentu demi memperlancar tugas pemimpin. Seluruh pelayanan PA harus menjadi doa, bukan semata-mata satu pelayanan teknis. Inti dari seluruh perayaan liturgi adalah menghadirkan misteri keselamatan. Dengan pelayanan para PA serta pelayan liturgi lainnya, diharapkan umat menghayati atau mengalami inti misteri yang dirayakan. Pusat perhatian harus diberikan kepada inti misteri. Hendaknya PA menarik perhatian umat kepada inti misteri bukan kepada dirinya sendiri.

Pelayanan seorang PA memiliki tiga dimensi. Pertama, seorang PA melayani Allah dan membantu menghadirkan misteri keselamatan yang datang dari Allah. Kedua, seorang PA juga melayani umat dan membantu mengarahkan perhatian umat kepada inti misteri keselamatan. Ketiga, secara teknis seorang PA melayani imam atau diakon, yang bersama-sama bertugas untuk melayani Allah dan umat Allah.

Dalam Audiensi bersama lebih dari 70.000 PA dari seluruh dunia di Lapangan St. Petrus, Vatican (31/7/2018), Paus Fransiskus bahkan mengatakan bahwa para PA bisa menjadi rasul. “Anda bisa menjadi rasul, mampu menarik orang lain kepada Yesus. Ini akan terjadi jika Anda penuh semangat untuk Dia”, kata Paus. Bapa Suci kemudian mendorong para PA untuk menghabiskan waktu mengenal dan mencintai Yesus melalui doa, Misa, pembacaan Injil, dan melalui orang miskin. “Cobalah juga untuk menjadi teman, tanpa pamrih, dengan semua orang di sekitar Anda, sehingga sinar cahaya Yesus dapat menyinari mereka melalui hati Anda sendiri dalam cinta dengannya,” kata Paus.

Paus Fransiskus berkeliling di Lapangan St. Petrus, Vatican saat audiensi dengan PA dari seluruh dunia

Paus juga menyarankan pentingnya hidup kontemplatif sambil melayani. “Akan sangat indah jika di samping pelayanan Anda pada liturgi, Anda dapat menjadi lebih terlibat dalam kehidupan paroki Anda dan juga menghabiskan waktu dalam keheningan di hadirat Tuhan”. Praktik ini, kata Paus, akan memungkinkan mereka menemukan bakat mereka sendiri, memahami bagaimana mengembangkannya dan apa rencana Tuhan bagi mereka. “Ingat,” katanya kepada mereka, “semakin Anda memberikan diri Anda kepada orang lain, semakin Anda akan mendapatkan kembali kepuasan pribadi dan kebahagiaan sejati!”

Di akhir audiensi itu, Paus memberikan pertanyaan reflektif kepada PA tentang perintah mencintai Tuhan dan sesama. Paus mengatakan, “Perintah ini menjadi lebih konkrit dalam karya belas kasih. Lalu, apa yang dapat saya lakukan hari ini untuk memenuhi kebutuhan tetangga saya, teman atau bahkan orang asing?“.

“Percayalah, dengan melakukan ini, Anda bisa menjadi orang-orang kudus sejati, pria dan wanita yang mengubah dunia dengan menghayati kasih Kristus,” pungkas Paus.

Sumber: https://www.vaticannews.va, https://www.katolisitas.org