Nguri-uri Tradisi Epifani

Kegiatan

Tiga orang Majus, Caspar, Melchior, dan Balthasar mengikuti bintang menuju Anak Allah yang menjadi manusia 2021 tahun yang lalu. Semoga Kristus memberkati rumah kami dan senantiasa bersama kami sepanjang tahun ini. Amin.” Itulah doa yang didaraskan umat saat menuliskan 20+C+M+B+21 menggunakan kapur di pintu masuk rumah mereka. Doa selengkapnya bisa klik di sini.

Hari ini (Minggu, 10/1), umat di Paroki Administratif St. Maria Mater Dei kembali melanjutkan perayaan Epifani yang telah dirayakan dalam ekaristi seminggu yang lalu. Dalam Ekaristi Pembaptisan Tuhan, hari ini, Romo H. Suprihadi, Pr. memberkati air, garam, dan kapur tulis untuk dibagikan ke umat. Para keluarga akan membawanya ke rumah masing-masing, kemudian menuliskan 20+C+M+B+21 di palang pintu masuk.

Kapur tulis yang akan diberi berkat dan digunakan dalam tradisi epifani

Angka 20 dan 21 menunjukkan tahun perayaan. CMB menunjukkan inisial nama para majus, yaitu Casper, Melchior, dan Bathasar. Namun secara lebih mendalam, CMB merupakan singkatan dari Christus Mansionem Benedicat (Kristus berkatilah rumah kami).

Salah satu umat menuliskan 20+C+M+B+21 di palang pintu rumahnya

Inilah salah satu kekayaan tradisi gereja Katolik. Tradisi tersebut merupakan wujud penghayatan iman dan permohonan keselamatan dari Tuhan. Selain itu, menandai palang pintu sebagai bentuk komitmen keluarga untuk selalu menyambut dan menghadirkan Kristus dalam ruamah atau keluarga tersebut.