Tyasmanto, Inspirasi Perpaduan Kerja Keras dan Doa

Pengalaman Iman

“Saya menangis kala itu, ketika tempurung lutut bergeser, berubah posisi!” kenang Tyas, saat jelang Lomba Senam Artistik di Ragunan, Jakarta beberapa tahun yang lalu. Tyas, pemilik nama lengkap Yustinus Tyasmanto, mencoba merefleksikan kisah hidupnya selama 20 tahun menekuni bidang olah raga senam artistik.  Senam artistik adalah jenis senam yang mengombinasikan aspek berguling dan akrobatik guna mendapatkan nilai keindahan (artistik) dari gerakan-gerakan yang dilakukan menggunakan alat. Seorang pesenam biasanya akan melakukan gerakan singkat di setiap alat yang berbeda dalam waktu 30 – 90 detik.

Tyas memperoleh piala pertama pada usia 9 tahun. Pemuda kelahiran Kutan, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo pada 26 Juli 1992 ini sangat mencintai olah raga tersebut sejak kecil. Terkilir di kedua kaki, sesak nafas saat gagal salto akibat jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu, terkena besi sampai memar kaki dan tangan saat berlatih palang sejajar, kaki terbakar saat melakukan atraksi roll depan di lingkaran api, terjatuh di luar matras saat latihan hingga badan terpental ke lantai, dan tangan lebam membiru karena harus berlatih gelang-gelang dan palang tunggal; menjadi makanan sehari-hari yang biasa ia hadapi. Tyas merupakan sosok yang rendah hati, pantang menyerah, dan memiliki daya juang tinggi. “Semua piala ini didapatkan dengan penuh perjuangan, keringat, hingga darah”, katanya.

Beberapa penghargaan yang diperoleh dari berbagai kejuaraan selama 20 tahun terakhir

Pemuda yang juga pernah mengalami patah tulang tangan ini selalu melibatkan Tuhan dalam gerak langkahnya. Ia merasa bahwa semua yang didapatkannya merupakah kerja keras dan doa. Tyas selalu mengatakan bahwa sebuah prestasi tidak ada yang mudah. Sebuah kompetisi harus diperjuangkan. Sebuah impian harus diraih dengan keringat, bukan dengan rebahan. Target harus diimbangi dengan doa. Dan semua pasti akan diindahkan oleh Tuhan.

Sosok orang muda Katolik dari Lingkungan Santo Alfonsus, Wilayah St. Theresia Brosot ini berpesan agar siapa pun selalu mampu berjuang untuk mencapai prestasi yang maksimal dan percaya bahwa semua manusia dianugerahi talenta dari Tuhan agar mampu menciptakan prestasi.

Video dalam salah satu kejuaraan (klik foto di atas)

Proficiat, Tyas!

Sumber foto & video: koleksi pribadi Y. Tyasmanto