8 Januari: Santo Apolinaris Klaudius

Orang Kudus

Santo Apolinaris Klaudius adalah uskup kota Hieropolis, Phyrigia pada abad kedua. Dia menjadi terkenal karena perjuangannya melawan ajaran bidaah dimasa itu, terutama dari golongan Ecthesis dan Montanisme. Terlebih ketika dimulainya dekrit Konstantin pada tahun 313 yang menjadikan agama Kristen sebagai agama Kekaisaran Romawi. Dia menulis dua buah buku untuk membela iman Kristiani terhadap orang-orang Yahudi dan lima buah buku iman untuk melawan orang-orang kafir.

Pada tahun 177 Apollinaris menerbitkan sebuah “Apologia” bagi umat Kristen, untuk membela ajaran iman dihadapan Kaisar Markus Aurelius. Konon pembelaannya sungguh meyakinkan Kaisar, berkat mukjizat yang dibuatnya tatkala pasukan Kaisar di kepung dan akan dipermalukan oleh Quadi di Moravia. Ke-12 legion tentaranya yang beragama Kristen diajaknya berdoa bersama-sama sebelum bertempur. Hasilnya musuh dapat dikalahkan dengan mudah. Santo Apollinaris mengingatkan Kaisar Marcus Aurelius tentang manfaat yang dia terima dari Tuhan melalui doa-doa rakyat Kristiani, dan memohon perlindungan bagi mereka dari penganiayaan orang-orang kafir. Maka Kaisar Marcus Aurelius akhirnya menerbitkan dekrit di mana dia melarang siapa pun menyakiti atau menuduh orang Kristen karena agamanya. Meskipun demikian, dalam praktiknya, Sang Kaisar tidak memiliki keberanian untuk menghapus hukum yang berlaku terhadap orang Kristen. Akibatnya, banyak dari orang Kristiani yang mati sebagai martir, meski para penuduh mereka juga dihukum mati.

Dalam bukunya yang terkenal, Historia Ecclesiastica (Sejarah Gereja), Eusebius dari Kaisarea menulis tentang Santo Apollinaris dan perjuangannya melawan bidaah Montanisme; “Umat beriman dari Asia, pada banyak waktu dan tempat, datang bersama-sama untuk berkonsultasi tentang masalah Montanus dan para pengikutnya, doktrin-doktrin mereka diperiksa, dan dinyatakan asing dan fasik”.

Terlepas dari pujian besar yang dianugerahkan kepada Santo Apollinaris oleh Eusebius, Santo Jerome, Theodoret, dan lainnya, sedikit yang diketahui tentang tindakan dan tulisannya yang kemudian dijunjung tinggi; ternyata semuanya hilang. Buku-buku dan tulisan Santo Apollinaris saat ini tidak dapat ditemukan lagi. Apolinaris Klaudius meninggal pada tahun 180.

Sumber: https://katakombe.org, https://sanctoral.com, http://catholicsaints.info